Peristiwa ini diawali pada tahun 1942, tahun dimana Gereja Masih dalam pengawasan Belanda sehingga para pemuda termasuk Bapak Daud Dumanau (Founding Father) menginginkan agar adanya Gereja-gereja yang berdiri sendiri, terlepas dari tata cara bangsa Belanda. 17 Desember 1950, untuk pertama kalinya ibadah kebaktian dalam Gereja bebas dari perikatan dengan GMIT dan bertempat di Rumah Bapak Daud Dumanauw (Alm) sekaligus sebagai Pendeta dan sebagai Pimpinan umum dan Penasehat GMM di NTT.
- Gereja adalah milik Tuhan
- Masehi adalah Pengikut Kristus
- Musyafir dalah orang yang datang/perantau (Ibrani 8:13)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar